- Menyeluruh, itulah apa alkohol lakukan.
- Kombinasi wanita dan alkohol.
- Wow cewek mabuk di pantai lucu.
- Gadis-gadis mabuk yang lucu.
- Itulah yang dilakukan alkohol, sangat lucu.
- Video lucu banget dijamin ngakak .
- Cewek mabuk di pantai lucu, kocak banget.
- Sangat lucu, lihat.
Tampilkan postingan dengan label Contoh Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Kasus. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 April 2015
Jakarta - Sampai dengan akhir Januari 2015, aksi posting di akun Facebook yang dilakukan oleh malware yang membawa tema Gadis Mabuk masih menggila. Bagi Anda yang baru menjadi korban, perlu diketahui bahwa posting Gadis Mabuk yang marak beredar di Facebook sejak awal Desember 2014 ini dilakukan bukan melalui apps Facebook, melainkan melalui ekstensi peramban (browser) Google Chrome dan Mozilla Firefox sehingga administrator Facebook tidak bisa melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah ini.
Satu-satunya orang yang bisa melakukan pembersihan atas aksi jahat ini dengan efektif adalah pemilik komputer yang bersangkutan, baik melalui uninstal ekstensi jahat di peramban Chrome dan Firefox atau menggunakan antivirus yang bisa mendeteksi malware ini dan mencegah instalasi serta membasmi ekstensi yang sudah terinstal.
Membuat Malu
Pembuat malware ini kelihatannya memang mengincar sebanyak mungkin korban dan kelihatannya dia tidak peduli akibat yang diperbuatnya bagi pemilik akun Facebook yang menjadi korbannya. Hal ini terlihat dari aksi masif tag semua teman Facebook yang dilakukan setiap kali posting Gadis Mabuk berhasil dilakukan. Jika pembuat malware ini merasa senang dan kemungkinan mendapatkan keuntungan finansial dari aksi jahatnya, maka korban dari aksi malware ini sebaliknya dipermalukan karena posting yang dilakukan Gadis Mabuk ini membawa tema yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Jika Anda menggunakan program antivirus yang mampu mendeteksi malware ini, sekalipun mencoba untuk menginstal ekstensi ini, prosesnya tidak akan berjalan mulus karena akan dihentikan oleh antivirus dan akan mendapatkan pesan eror.
Menurut pantauan Vaksincom, peramban yang diincar oleh Gadis Mabuk pada varian terakhir sampai dengan akhir Januari 2015 terfokus pada Firefox.
Tidak tanggung-tanggung, pembuat malware ini kelihatannya sudah mempersiapkan 5 alternatif Gadis Mabuk ekstensi/add on di Firefox dengan nama yang berbeda-beda dengan nama macro play, ultra play, twin player dan megaplay.
Tema yang digunakan juga bervariasi namun tidak jauh-jauh dari alkohol, mabuk dan wanita seperti:
Bila akun Facebook Anda melakukan posting Gadis Mabuk, artinya browser di komputer Anda sudah terinfeksi malware ini dan add-ons atau ekstensi yang menyebabkan hal ini harus dibersihkan/uninstal.
Malware ini akan bisa melakukan posting hanya jika komputer diaktifkan dan memiliki koneksi ke internet. Namun jika merasa peramban di komputer sudah bebas dari ekstensi Gadis Mabuk atau komputer sudah terlindungi oleh program antivirus yang bisa mendeteksi malware ini, atau komputer tidak menyala tetapi kok akun Facebook anda aktif melakukan posting dan tag teman-teman Anda, kemungkinan ada komputer lain yang melakukan hal ini. Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
Salah satu penyebab yang bisa terjadi adalah akun Facebook Anda pernah diakses dari komputer lain yang terinfeksi Gadis Mabuk seperti komputer di warnet atau komputer kantor dan komputer tersebut menyimpan kredensial akun Facebook anda dan melakukan posting Gadis Mabuk dari akun Anda.
Source: http://inet.detik.com/read/2015/01/26/102928/2813662/323/5/5-jurus-gadis-mabuk--cara-membasminya
JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pembobolan dana nasabah 3 bank besar yang diungkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, ternyata menggunakan virus komputer sebagai mata-mata. Virus itu ditanamkan pada komputer nasabah sehingga mampu memunculkan tampilan instruksi "sinkronisasi token" palsu saat nasabah membuka internet banking.
Terkait hal tersebut, 3 bank besar yaitu BCA, Mandiri, dan BNI memberikan respons yang beragam. "Ini kan sudah Pak Jahja (Dirut BCA) release di bulan February. Ini case yang seakan-akan minta sinkronisasi keybca," ujar Head of Halo BCA Sani Sabu kepada Kompas.com, Kamis (16/4/2015).
Meski mengakui bahwa ada nasabahnya yang kena bobol melalui modus "sinkronisasi token, BCA menyebut bahwa kerugian akibat hal tersebut tak banyak. Beberapa waktu lalu BCA juga menyampaikan bahwa nasabah yang terkena mencapai 43 nasabah. (baca: BCA: Hanya 43 Nasabah yang Terkena "Sinkronisasi Token" saat Akses Internet Banking)
Dihubungi secara terpisah, Bank Mandiri juga mengakui ada nasabahnya yang kehilangan uang karena modus "sinkronisasi token" itu. Tapi sampai saat ini Mandiri mengatakan bahwa kerugian akibat kejahatan perbankan tersebut sangat kecil. "Kalau gak salah hanya Rp 40 juta," ucap Staf Humas Bank Mandiri Eko. (baca: Nasabah Bank Mandiri Kehilangan Rp 40 Juta akibat "Sinkronisasi Token") Sementara itu, Bank BNI justru mengaku belum sama sekali mendapatkan laporan dari nasabahnya terkait kasus pembobolan rekening melalui internet banking itu. Bahkan, untuk memastikan ada atau tidak nasabah yang menjadi korban kejahatan perbankan itu, BNI langsung melakukan pengecekan internal. "Mengingat modus tersebut memanfaatkan kerentanan pada sisi nasabah, BNI telah mensosialisasikan perilaku bertransaksi yang aman melalui website BNI (www.bni.co.id), maupun pada layar login transaksi internet banking (https://ibank.bni.co.id). Imbauan juga disampaikan melalui SMS, email dan media sosial yang harapannya akan menjadi pengingat kembali bagi nasabah untuk menjaga keamanan transaksinya," kata Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi.
Lebih lanjut dia juga meminta nasabah BNI untuk memastikan kembali perangkat komputer yang digunakan bersih dari virus, malware atau spyware. Serta, memastikan keaslian situs BNI Internet Banking yang diakses dengan verifikasi logo Secure Socket Layer atau SSL (https://ibank.bni.co.id).
Sebelumnya diberitakan, tiga bank besar di Indonesia dibobol sindikat jaringan internasional. Dana nasabah yang dibobol ditaksir mencapai Rp 130 miliar. Dana ini milik sekitar 300 orang nasabah di tiga bank tersebut. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menampik total kerugian akibat pembobolan yang memanfaatkan virus komputer tersebut. Menurut OJK, total kerugian hanya Rp 5 miliar bukan Rp 130 miliar. (baca: OJK: Pembobolan Internet Banking Hanya Rp 5 Miliar)
Source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/04/17/104017426/Rekening.Nasabah.Dibobol.Ini.Kata.Tiga.Bank.Besar.di.Indonesia
![]() |
| Penipuan Undian Berhadiah |
Modus Penipuan Undian Berhadiah, Pelaku Kirim 'Hadiah' Jebakan
Semarang - Penipuan bermodus undian berhadiah dengan mencatut nama perusahaan operator telepon seluler memakan korban di Semarang. Bahkan pelaku sempat benar-benar mengirim 'hadiah' agar korban percaya.
Peristiwa itu menimpa Agustina (18), seorang mahasiswi di Semarang hari Senin (2/3) lalu. Saat itu ia mendapatkan SMS dari nomor asing berbunyi, "plgn yth, SELAMAT! No.Hp anda Resmi m'dapatkan Rp.25jt, dari GEBYAR POIN plus-plus Edisi2015, PIN Anda:z25L47. U/info HUB: 021-96852474 www.infopointh2015.com".
Korban awalnya sudah curiga dengan sms tersebut, namun ketika sudah mengirimkan nomor rekening seperti yang diminta pelaku, ia mengecek rekeningnya dan ternyata saldo yang tadinya Rp 10 juta sudah bertambah menjadi Rp 20 juta.
"Saya mengecek di ATM, ternyata saldo di rekening saya bertambah Rp 10 juta," kata Agustina seperti yang tercatat dalam laporan di Mapolrestabes Semarang, Minggu (8/3/2015).Saking senangnya, korban tidak sadar sudah masuk ke dalam perangkap pelaku dan menuruti pria yang meneleponnya dan mengaku dari perusahaan operator telepon seluler. Pelaku mengatakan hadiah sebenarnya Rp 25 juta sehingga sisanya yaitu Rp 15 juta harus dibantu oleh pemenang dengan menekan tombol-tombol tertentu di mesin ATM sesuai arahan.
"Saya tidak menyebutkan nomor pin ATM saya, tapi saya diminta menekan tombol," tandasnya.Namun harapan Agustina mendapatkan hadiah berlimpah kandas seketika karena ternyata saldo tabungannya malah amblas. Dari barang bukti rekening koran dari Bank BRI Syariah KCP Pandanaran, transfer yang dilakukan korban terjadi ke tiga rekening atas nama Marini Larose. Korban pun mengambil langkah untuk melaporkan penipuan tersebut ke pihak berwajib.
Kasus serupa ternyata juga menimpa warga Saptamarga Semarang bernama Sherly (25). Kali ini korban diminta metransfer uang Rp 2 juta ke rekening atas nama Sukarya dengan alasan pengurusan administrasi. Namun setelah mentransfer uang tersebut hari Jumat (6/3) lalu, ternyata hadiah yang dijanjikan tak kunjung tiba. Laporan tersebut juga dilaporkan ke SPKT Polrestabes Semarang hari Sabtu (7/3) kemarin.
Source: http://news.detik.com/read/2015/03/08/185555/2852861/10/modus-penipuan-undian-berhadiah-pelaku-kirim-hadiah-jebakan

